MENU

Pembebasan Lahan Lapter di Kangean Belum Terealisasi

Pembebasan Lahan Lapter di Kangean Belum Terealisasi
Ilustrasi Bandara Trunojoyo Sumenep
[KANGEAN.NET] Anggota Komisi III DPRD Sumenep mempertanyakan kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) soal realisasi pembebasan lahan untuk lapangan terbang (lapter) di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, yang hingga saat ini masih belum terbukti. Padahal, saat ini sudah memasuki bulan Nopember 2015, atau jelang tutup tahun, tapi persoalan pemebebasan lahan tidak kunjung ada kejelasan.

“Apa saja kerja Dishub selama ini, kok lapter Kangean belum ada penyelesaian. Padahal Ini kan sudah menjelang akhir tahun, tapi kok belum jelas realisasinya. Toh anggaran sudah di dok,” kata Dwita Andriani, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumenep, Kamis (5/11/2015).

Ia menuturkan, pada APBD 2015 pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp1,1 miliar untuk membebaskan lahan yang akan disiapkan sebagai lapter di Kangean. Besaran anggaran tersebut diperuntukkan untuk pembebasan lahan seluas 18 hektar, untuk pembangunan lapangan terbang di Kepulauan Kangean.

“Mestinya program pembebasan lahan lapter di Kangean itu sudah tuntas. Kami sempat klarifikasi kepada pimpinan Dishub, ternyata masih berkutat di pembebasan lahan,” terangnya.

Dwita mengaku dalam waktu dekat akan memanggil Kepala Dishub Sumenep, guna menanyakan sejauh mana realisasi pembebasan lahan lapter di Kangean.

“Kalau memang belum selesai hingga akhir tahun. Ya anggaran harus dikembalikan ke kasda. Dan berarti Dishub tidak becus mengurus program yang sudah dianggarkan,” tegasnya.

Pembangunan lapter di Pulau Kangean, berada di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa. Lapter, itu rencananya akan difungsikan sebagai bandara perintis.

Panjang landasan pacu pesawat di lapter tersebut direncanakan sekitar 1.100 meter dengan lebar sekitar 20 meter.Penetapan lahan di Desa Paseraman sebagai lapter di Pulau Kangean telah melalui survei dan studi kelayakan yang dilakukan pada 2014.Pulau Kangean adalah salah satu dari puluhan pulau berpenghuni padat di Kabupaten Sumenep.

Dalam kondisi cuaca baik, pelayaran dari Pelabuhan Kalianget (Sumenep daratan) ke Pelabuhan Batu Guluk, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, dan sebaliknya, membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam memakai kapal cepat yang berbahan dasar fiberglass dan sembilan jam dengan kapal besi/baja.(ida/diens)

Sumber: NewsMadura.com/[Kangean.Net]
Share

Kangean Network

Post A Comment: