Lomba "Sampan Gapel Kater Pangka" di Desa Pajenangger Kangean
Sampan Gapel Kater Pangka
Lomba sampan jolor (sampan bermesin) diadakan di Desa Pajenangger Pulau Kangean dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 71, pada tahun 2016. Lomba ini dimenangkan oleh sampan yang bernama Ghetel milik Bapak Rasit dari Sabe Begu Gellaman. Sedangkan juara dua dimenangkan oleh peserta yang berasal dari Cellong.

Selain mengadakan lomba sampan mesin, Desa Pajenangger juga mengada lomba "Sampan Gapel Kater Pangka", saat memeriahkan HUT RI yang ke 71. Pemenang dalam lomba sampan Gapel ini adalah sampan milik Bapak Rafik. Hadiah akan diberikan pada malam resepsi tanggal 30 September 2016.

Credit Goes to Facebook: @Af_Farid / [Kangean.Net]

Inilah Makam "Pangeran Parajir" Penemu Bekisar di Kangean
Inilah Makam "Pangeran Parajir" Penemu Bekisar di Kangean
Salah satu makam seorang tokoh asal Pulau Kangean yang menemukan persilangan ayam kampung dan ayam hutan berada di desa Daandung atas. Menurut kesaksian warga setempat dan para sesepuh desa Daandung ABD Razak menyampaikan bahwa,pangeran parajir ini adalah merupakan orang pertama kali yg menemukan perkawinan Ayam hutan dg Ayam Kampung atau dengan kata lain perkawinan silang.

Tentu hasil dari perkawinannya tersebut akan melahirkan BEKISAR, ada sebuah pertanyaan, Mengapa diberi nama BEKISAR? ternyata nama tersebut memiliki sebuah makna yg unik yg artinya ( BAGIANNYA UNTUK PARA PEMBESAR).

Makam Pangeran parajir kondisinya kumoh dan kurang terawat ,Tetapi udara di sekitarnya cukup sejuk dan Ayem, mungkin karena ada sebuah pohon beringin yg besar dan Rindang itulah yg menyebabkan suasananya cukup segar.

Menurut Kades Daandung Buasan, bhwa pangeran parajir juga sebagai penggagas atau pencetus Budaya kerapan Kerbau atau dgn sebutan Pamajiran Bhs Kangean, maksud dan tujuannya adalah untuk membangkitkkan semangat para kaum petani dan cinta terhadap Hewan yg biasa membantu untuk membajak sawah para petani.

Selain itu juga untuk mempererat tali silatur rahim antar Desa yang satu dg desa lainnya,dimana hal tersebut dpt dilakukan hanya seusai menanam padi atau manje' ( bhs Kangean ) dan sampai saat ini Budaya Kerapan. Kerbau masih bertahan sedangkan kegiatan Perkawinan Silang antara Ayam Hutan dg Ayam Kampung sudah mulai pudar bhkan terancam punah.

Kepala Dinas Pariwisata Sumenep Membuka Wisata Bakti Pemuda di Kangean
Kepala Dinas Pariwisata Sumenep Membuka Wisata Bakti Pemuda di Kangean
Kegiatan Wisata Bhakti Pemuda thn 2016 di Kecamatan Arjasa, di buka Langsung oleh Kepla Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Sumenep.

Beragam kegiatan yg di sajikan oleh Camat Arjasa, guna memeriahkan acara tersebut, antara lain perkemahan di ikuti 17 peserta mulai dari pelajar, SLTP, SMA, Intansi Pemerintahan dan Ormas juga turut serta dlm kegiatan tersebut.

Selain itu juga camat Arjasa Moh. Hosen menampilkan Seni Budaya Asli Kangean Kandhang Dumi' ( kendang kecil), Kerapan Kerbau, ( Pamajiran) Kuda joget dan Ajhing atau Lodrok Rukun Famili dengan Kokocorannya See jeregani Pak Tawi dan Pak Abdu.

Pelaksanaan kegiatan Wisata Bhakti di buka 1 juni s/d 2 juni 2016, Kadis Pariwisata dan Ke budayaan Kab.Sumenep merasa bangga dan menyampaikan rasa terimksih atas dukungan dan partisipasinya, kpd Panitia dan semua pihak yg terkait, hingga acara tersebut berjalan sesuai dg rencana. Rencananya Acara Wisata Bhakti Pemuda tahun 2016 ini akan di tutup dengan satu acara Jalan sehat jumat 3 juni, dengan satu kemasan kupon berhadiah menurut Camat Arjasa.

Menurut Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kab.Sumenep pk Yupiy, Kangean termasuk salah satu objek wisata yang menjanjikan dan patut kita tingkatkan dan kita kembangkan, seperti Pemandian Celgung, Gua Kuning, Pulau Mamburit, Olbak, Saebus, Paleat dan Hutan Mente di Desa Angkatan.
 

[right-side]
Salah satu inisiatif yang digagas bersama warganya, Kepala Desa Cangkaramaan ini menjadikan dana PNPM untuk membangun sekolah. Membawa sedikit lentera dari pelosok desa di kecamatan Kangayan, Sumenep.

Desa ini terletak dibagian tengah sebelah selatan Kangean dengan akses yang cukup sulit menggunakan kendaraan. Begitu pula dengan kondisi sinyal yang masih belum memadai.
Sumber: https://youtu.be/bHZSYDuQtQI / [Kangean.Net]

Inilah Penyebab PLN di Kangean Sering Padam (Sumber Foto: KoranMadura)
[KANGEAN.NET] - Kepulauan Kangean yang menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Sumenep sering mengalami keterbatasan sarana dan infrastruktur umum yang harusnya bisa dinikmati oleh rakyat. Salah satunya adalah permasalah listrik, selain karena listrik belum merata di seluruh kepulauan Kangean, belakangan ini sering kembali terjadi pemadaman bergilir yang meresahkan masyarakat. Bahkan membuat beberapa masyarakat yang bekerja dan bergantung pada PLN dimalam hari juga lumpuh karena PLTD tidak menyala.

Menurut catatan, pemadaman listrik bergilir telah berlangsung bertahun-tahun dan masih belum mendapatkan solusi konkrit atas permasalahan ini. Sepanjang sejarah yang terjadi dan telah diberitakan media, inilah penyebab PLTD Kangean sering pemadaman bergilir.
  • Maret 2011: Matinya Dua Mesin Disel Milik Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) (Sumber: Kominfo Jatim)
  • November 2014: Kerusakan Beberapa Mesin yang Telah Dilaporkan Kepada PLN Sumenep dan Kepada PLN Wilayah Madura (Sumber: rri.co.id)
  • Februari 2015: Banyaknya Sambungan dan Jaringan Kabel Listrik Liar (Sumber: Tribunnews.com)
  • Desember 2015: Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) Habis, sedang Pengiriman BBM dari Pertamina Terlambat. (Sumber: Newsmadura.com)
  • Maret 2016: Hanya 7 Unit Mesin Beroperasi, Sementara Sisanya 5 Unit Mesin Mengalami Kerusakan. (Sumber: Detik.com)
  • Mei 2016: Pemadaman Bergelir Dilakukan karena Kekurangan Pasokan Daya (Sumber: Jawapos Madura)
  • Juni 2016: Penyebabnya Mesin Sering Rusak Untuk Menunggu Normalnya Harus Menunggu Perbaikan Mesin. (Sumber: SuaraIndonesia-news.com)
Dari sekian banyak alasan dan penyebab terjadinya pemadaman bergilir yang dilakukan oleh PLTD Kangean, semoga ada titik terang untuk menyelesaikan persoalan listrik di Kangean. Memang tak semudah membalikkan tangan menghadapi dan menyelesaikan persoalan ini, tapi setidaknya ada tindakan mekanisme yang jelas agar warga Kangean bisa berharap ada perbaikan untuk keadaan yang semakin memburuk.

Jika masyarakat Kangean mengharapkan uluran tangan pemerintah untuk memperbaiki keadaan maka itu hal wajar, sebab tugas pemerintah adalah mengayomi rakyatnya dengan adil dan menciptakan pembangunan yang merata. [Kangean.Net]

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memberlakukan skema pengurusan sertifikat bagi perseorangan atau perusahaan melalui loket-loket BPN. Menurut Menteri ATR/BPN, dengan mengurus sendiri tanpa perwakilan atau bahkan calo, proses penerbitan sertifikat justru lebih mudah.
"Pertama, datang ke loket BPN, nanti diberi barcode atau PIN. Kalau ketemu si A, si B, ya kita susah (melacaknya)," ujar Ferry di Garut, Jawa Barat, Rabu (13/4/2016).
Ia menjelaskan, jika masyarakat mengurus sendiri ke loket BPN dan diminta membayar sejumlah dana, minta buktinya. Pasalnya, seluruh besaran biaya layanan pertanahan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 128 Tahun 2015 tentang Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 
PP ini menjadi standar biaya yang ditetapkan untuk administrasi mengurus tanah, yaitu Rp 50.000.
Saat masyarakat sudah mendapatkan barcode atau PIN, seharusnya administrasi selesai maksimal tujuh hari. Jika pada hari ke-8 belum selesai, masyarakat bisa mengadukan kembali ke BPN.
"Kami bisa lacak dengan adanya barcode secara online. Makanya, kalau beli tanah, tanya BPN," tutur Ferry.

Oknum BPN

Sementara itu, terkait adanya oknum BPN yang meminta sejumlah biaya di luar dari ketentuan yang berlaku, Ferry menegaskan akan memberikan sanksi. Pemungutan dana di luar dari ketentuan ini, menurut dia, masuk dalam kategori korupsi dan harus segera ditindak.

Untuk itu, Ferry mengimbau masyarakat agar tidak lagi berpikir negatif soal BPN yang selalu memungut dana besar atau mengeluarkan sertifikat dalam waktu lama.
"Kalau kita terus-menerus berpikir BPN lama mengurusnya, itu ciri-ciri orang yang biasanya menghindari ke BPN. Kami tantang datang sendiri ke BPN, langsung dan jangan diwakili," ucap Ferry.
[Kangean.Net]

MARI themes

Powered by Blogger.