35 Motor Hangus Terbakar di Gunung Eteng Kangean, Akses Jalan Jadi Sorotan

SUMENEP, Kangean.Net — Puluhan sepeda motor milik warga hangus terbakar di area parkir umum kawasan Gunung Eteng, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis malam (20/8/2026).

Jumlah kendaraan yang terbakar dilaporkan mencapai 36 unit berdasarkan keterangan sementara kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi kebakaran menyebabkan kerugian material bagi warga.

Area parkir itu selama ini digunakan masyarakat dari sejumlah desa, terutama Desa Tembayangan dan Desa Cangkramaan. Warga terpaksa meninggalkan kendaraan mereka di lokasi tersebut karena akses jalan menuju permukiman sulit dilalui sepeda motor.

Sebagian warga harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk mencapai rumah. Ada pula yang meninggalkan kendaraan di lokasi parkir karena hendak bekerja atau menuju lahan pertanian.

Salah seorang warga, Adi Susanto, mengatakan lokasi tersebut merupakan tempat parkir umum yang biasa digunakan masyarakat. Menurutnya, kebakaran itu merupakan kejadian pertama yang terjadi di tempat tersebut.

Hingga laporan awal disampaikan, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Warga menduga api mungkin berasal dari aktivitas pembakaran daun kering di sekitar lokasi. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Petugas kepolisian dari Polsek Kangayan telah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan menyelidiki penyebab kebakaran.

Keterbatasan fasilitas pemadam

Peristiwa ini juga menyoroti keterbatasan fasilitas pemadam kebakaran di wilayah kepulauan. Pemerintah Kabupaten Sumenep belum memiliki posko maupun armada pemadam kebakaran yang ditempatkan secara khusus di wilayah kepulauan.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sumenep, Sugiyanto, mengatakan keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala pembentukan posko di kecamatan dan kepulauan. Padahal, kebakaran dalam skala besar membutuhkan peralatan dan armada yang memadai untuk mempercepat pemadaman.

Kondisi geografis, jarak antarpulau, serta keterbatasan infrastruktur juga menjadi tantangan dalam penanganan keadaan darurat.

Infrastruktur jalan perlu mendapat perhatian

Kebakaran tersebut kembali memperlihatkan persoalan akses jalan yang dihadapi masyarakat di wilayah selatan Kecamatan Kangayan. Jalan yang sulit dilalui membuat warga tidak memiliki banyak pilihan selain memarkirkan kendaraan di lokasi terbuka yang jauh dari permukiman.

Keterbatasan akses itu tidak hanya menyulitkan mobilitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi memperlambat evakuasi dan penanganan keadaan darurat.

Pemerintah daerah diharapkan memberikan perhatian terhadap perbaikan jalan penghubung antardesa, penyediaan fasilitas pemadam kebakaran, serta langkah pencegahan kebakaran di kawasan yang digunakan sebagai tempat parkir bersama.

Bagi masyarakat, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap sumber api, terutama pada musim kemarau. Namun, penyebab pasti kebakaran tetap harus ditentukan melalui penyelidikan agar penanganan tidak didasarkan pada dugaan semata.